Maghrib baru saja berlalu..dan aku baru saja melipat sajadah serta mukena…Absen tilawah hari ini, ngga kuaat,mata ini seperti diganduli beban yang beraaaat sekali sehingga susah dibuka.
walhasil aku menyerah, kurebahkan badan diatas empuknya kasur..
sesaat terhanyut dialam mimpi…
Depan kaca kecilnya yang disandarkan dipinggiran meja, Papa nampak asyik merapikan kumisnya….mulutnya kadang sedikit maju, lucu jsekali tampangnya…
“pa, ayo makan dulu pa, sudah disediain pa , diatas meja…”
“ya sebentar ya, masak apa san? enak gak?”
“Ayo pa…langsung dicoba aja…” aku menarik lengan ayahku, agar segera berdiri dan membersihkan diri, untuk segera memulai makan….”iya deh…” sahut papa sambil berdiri dan tersenyum.
Papa memulai makan siangnya bersamaku….hanya berdua, sayur lodeh dan telor balado menjadi menu andalanku siang itu…”Enak…” kata Papa lagi, sambil makan dengan lahapnya, aku senyum bangga sambil menunjukan jempol ke dadaku
Selepas menyantap makanannya dengan lahap, Papa pamit..keluar rumah, dan aku sangat heran mengapa aku tidak bertanya kemana Papa hendak pergi, Aku hanya memandangnya sedih…
Tiba-tiba ada jawilan dihidungku, tak lama tubuhku pun terguncang-guncang….aku terbangun!!
Suamiku juga icha membangunkanku tuk sholat Isya, malam sudah larut jam didinding kamar menunjukan angka 9…dan hawa terasa sangat dingin
Bergegas aku mengambil wudhu, air yg membasahi wajahku bercampur air mata kerinduan…
Papa….aku rinduuuu sekali padamu, semoga engkau ditempatkan, di tempat yang indah di alam sana
Ah, saya jadi ikut rindu bapak.
Curhat yang menarik dibaca