Icha suka membaca…..rupanya dari bacaan yang dia baca, banyak ide yang mesti dia tuangkan kedalam tulisan, tetapi mungkin bentuk tulisan yang dia pilih adalah puisi….suatu hari dia berkata padaku…
“bu, icha mau jadi seperti aini ( pengarang novel cilik favoritnya) tapi icha ngga mau nulis semuanya”
“maksudnya bagaimana cha? kalau mau jadi seperti aini …ya icha nulis cerita aja, nanti ibu yang ketik”
icha terdiam sebentar…” icha mau nulis puisi aja bu, tapi icha nulisnya sesuai abjad yaa….dimulai dari puisi tentang ayah ya”
aku pun tersenyum…” iya terserah icha aja….pasti ayah seneng icha buatin puisi”
lalu aku terdiam…icha pun asyik menulis sesuai yang dia inginkan…puisi untuk ayah
tiba-tiba akupun teringat berarti kalau untuk ibu masih lama yaa….aku khan huruf depannya I
“cha nanti puisi ibu masih lama dong dibikinnya….khan huruf depannya I”?
“Ibu ngga boleh iri, semuanya pasti icha bikinin puisi, kata bu Nur, iri itu sifat tercela”
yah malu deh aku…..bener kata icha ” maaf ya cha. iya deh ibu sabar nunggu puisi buatan icha, makasih yaa”