parenting

All posts in the parenting category

Kedekatan hati…

Published Januari 4, 2011 by rheavashti

Seringkali kita mendengar banyak orangtua yang mengeluh…”Anak ku bandelnya minta ampuun” atau ” huh!…susahnya ngajarin anakku , gak ngerti-ngerti”

yaa banyak orang tua merasa anaknya bandel atau kurang cerdas, sehingga mereka sering mengeluhkannya.

Padahal sesungguhnya tidak ada anak yang bandel bukankah mereka terlahir seperti lembaran putih?? mungkin kitalah sebagai orangtua yang tidak bisa menyampaikan apa yang kita pikirkan, tidak tahu bagaimana mengajak bicara alias mengkomunikasikan hal-hal baik yang perlu anak kita ketahui, kita tidak bisa menyemangati dan memberikan arah yang baik dan benar…ya pesan itu tak tersampaikan.

Tidak ada anak yang bodoh..karena seperti sebuah komputer, otak anak sewaktu lahir adalah masih bersih dan kosong

kitalah yang seharusnya meletakan program yang benar dan yang dibutuhkan…mungkin kita yang kurang paham merangsang kecerdasan dan membangkitkan semangat serta minat belajar mereka.

kita harus mencontoh  bagaimana Rasulullah SAW bersikap terhadap anak-anak…

Rasulullah bercanda,bermain, bersikap lemah-lembut dan melimpahkan cinta kasih tulus kepada anak-anak.

Ternyata bukan uang atau hadiah-hadiah yang membuat anak-anak bersemangat, tetapi kedekatan hati dan kasih sayang.

Bukankah anak-anak tidak meminta hadiah ataupun uang ketika mereka belajar merangkak atau berjalan, meski harus beberapa kali terjatuh.. ya karena mereka bersemangat melakukan apa yang mereka inginkan

Jadi apa yang bisa kita lakukan agar semangat itu tak pernah padam??? kedekatan hati, kasih sayang dan waktu

waktu untuk memberi perhatian, kehangatan dan menyampaikan pesan dengan cara bersahabat, untuk memahami dan mendukung tingkahlaku serta pilihannya

waktu bukan uang atau hadiah!!

catatan bersama

Published Desember 30, 2010 by rheavashti

Buat para bunda ….sering khan tanpa kita sadari spontan ngomel dan sebentar-sebentar meramaikan  suasana rumah dengan kehebohan suara kita atau barangkali kita sering marah kepada buah hati kita…

dan  hal itu kerapkali terjadi karena hal-hal yang sepele aja. Mungkin menaruh sepatu tidak pada tempatnya, lupa cuci kaki dan tangan setelah dari luar atau mainan yang tidak dibereskan…dan masih banyak hal lain lagi.

Sekarang coba kita amati, anak-anak kita justru seperti melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang kita larang..dilarang main becek-becekan atau hujan-hujanan eeeh…malah dilarang kok makin menjadi, kadang mereka berhenti melakukan hal itu karena teriakan atau omelan kita, tapi tak lama kemudian mereka mengerjakan hal lain lagi yang sama-sama dilarang keras oleh kita.

Dan sering terdengar suara-suara kebingungan ” Duuh diteriakin salah, lembut juga salah, sama-sama gak mempan”

Seperti kita, anak-anak mempunyai perasaan, rasa ingin tahu dan suatu alasan, mengapa, kenapa dan bagaimana..

ternyata segala bentuk omelan kita malah memotivasi anak untuk tidak melakukan hal yang para bunda inginkan

Bunda….cobalah mengurangi omelan bunda dan mungkin cara dibawah  ini bisa berguna dan diterapkan….selamat mencoba!!

- Sediakan waktu khusus dengan si anak untuk membicarakan hal yang tidak dia sukai dan hal ia sukai dari diri kita demikian sebaliknya.

tuliskan di selembar kertas dan bunda bisa bertukar kertas dengannya

- Diskusikan isi kertas tersebut dengan santai,mungkin sambil minum sirup, makan kue-kue, buatlah suasana senyaman mungkin, tanyakan kenapa dan mengapa dia tidak suka dan bagaimana sebaiknya. Katakan juga alasan kita dengan jelas mengapa dan kenapa bunda tidak suka dengan sikapnya dan bagaimana sikap yang baik dan benar menurut versi bunda

- Diakhir diskusi kita bisa saling berjanji….bunda mengurangi omelan dengan membuat catatan-catatan bisa berbentuk note kecil yang ditempel ditempat yang mudah dilihat atau merekam setiap teguran yang bunda akan katakan. demikian pula sebaliknya. atau bisa dengan cara simpel, buatlah buku diary yang ditulis berdua….

- perjanjian bisa dibuat dalam jangka waktu 1 minggu, dan diakhir minggu bisa dievaluasi siapakah yang paling banyak melanggar perjanjian….silahkan bunda dan ananda diskusikan apa yang akan bunda atau anak kita dapatkan jika memenuhi perjanjian atau melanggar perjanjian…misalnya: jika selama 1 mgg perjanjian dilaksanakan dgn baik, mungkin bunda bisa membelikan barang yang memang sangat diinginkannya atau bila dia tidak melaksanakan dgn baik perjanjian itu, bunda bisa meminta dia merelakan barang kesayangannya disimpan untuk beberapa waktu lamanya.

Bunda… jangan lupa berikan encourage ke anak kita, sekecil apapun usahanya, itu adalah pertanda yang baik..jangan dilemahkan…karena setiap langkah panjang pastilah memerlukan langkah yang pertama, jangan surutkan langkah pertamanya karena hal tersebut hanya akan membuat anak kita ragu untuk melangkah

Diskusi dan hal lainnya itu, sebaiknya dilakukan dengan penuh kehangatan dan kasih sayang, layaknya seorang ibu yang penuh kelembutan, bukan seperti atasan dengan bawahan.

wahai ayah..wahai ibu

Published Maret 9, 2010 by rheavashti

Sekarang ini banyak sekali cara atau metode mengajarkan anak membaca sejak dini..banyak orang tua merasa resah jika anak nya belum bisa membaca,banyak diantara mereka mengharapkan walaupun masih dibangku taman kanak-kanak , putra-putri mereka harus sudah bisa membaca…

Hal ini saya lihat sendiri, banyak orangtua dari teman-teman anakku yang memasukkan anaknya ke tempat les atau meminta gurunya memberikan les demi anak-anak mereka bisa membaca…walaupun mereka masih duduk dibangku taman kanak-kanak

ada perasaan sedih melihat anak-anak itu yang seharusnya dunia mereka adalah masih dunia bermain…tetapi mereka dipaksa untuk belajar dan terus belajar layaknya orang dewasa.

Tetapi apakah yang terjadi setelah mereka pandai membaca…?

ternyata banyak orang tua yang lupa…setelah pandai membaca, mereka kemudian tidak dibimbing atau ditanamkan rasa suka membaca…

sehingga lihatlah bahwa minat membaca anak-anak dinegeri kita masih minim adanya…

orangtua juga kadang lupa membimbing anaknya untuk memilah mana bacaan yang baik dan merupakan konsumsi anak-anak dan mana yang seharusnya tidak dibaca untuk anak-anak seusia mereka.

Dan sering sekali aku lihat banyak orang tua yang tidak sabar dan malah menghardik anaknya untuk tidak banyak bertanya manakala si anak bertanya ketika ada kata-kata dari sebuah bacaan yang   tidak mereka pahami

Wahai ayah…wahai ibu…anak adalah investasimu terbesar, anak adalah penerus dan generasi baru..

jangan biarkan zaman  yang akan datang menjadi lebih buruk dari sekarang……tanamkanlah dalam diri mereka sejak dini nilai-nilai kehidupan yang baik..

Ya Robbi..semoga hamba bisa senantiasa istiqomah dalam kesabaran, dan keikhlasan mengemban amanatmu amieen

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.