Alhamdulillah, hari ini cuaca agak cerah, walaupun matahari masih malu-malu tuk keluar dari persembunyiannya setidaknya masih ada langit putih dan hembusan angin yang tenang. Berbeda dari hari kemarin, seolah ada badai yang melewati kota tempat aku tinggal, hujan disertai angin yang nakal, tak putus-putusnya terjadi sejak dini hari… matahari tak mau menampakan diri….ya kemarin kegelapan terus bergayut diawan… aku melepas putri kecilku dengan was-was, saat ia berangkat sekolah tadi hujan lebat masih terjadi akupun tak henti berdo’a saat suamiku tercinta berangkat bekerja ketika malam tiba mata ini tak dapat dipejamkan dengan sempurna, angin itu bergemuruh, pohon-pohon meliuk-liuk tak mampu menahan hembusannya……hujan yang seperti air tercurah dari atas langit menambah suasana semakin dingin menggigit sungguh menakutkan sekali malam itu.
“Bu…apa Alloh marah sama kita?”
“Kenapa Alloh kasih kita hujan yang gak berhenti begini bu? ”
Demikian putri kecil ku bertanya tak henti, beberapa aktifitasnya disekolah terganggu demikian juga dirumah dan dilihatnya banyak pohon-pohon tumbang dijalan…banjir ditempat-tempat tertentu menambah kebingungannya Hmmm….tak mudah menjawab pertanyaan yang sederhana dari anak seusianya…
“Pernahkah ibu marah besar sama icha…?”
Pernah bu…”
“Apa menurut icha, ibu benci sama icha?” “Apa menurut icha…ibu jahat?”
” Ya, icha sempat mikir gitu…” “Lalu?”
“Tapi icha tahu icha yang salah…icha tahu ibu marahin icha buat kebaikan icha juga, khan ibu bilang begitu…”
“Apa icha masih berpikir ibu benci sama icha?”
“Nggak…”
“Apa menurut icha, ibu salah sudah marah sama icha?”
“Nggak…khan ibu sudah menegur icha baik-baik…ichanya lupa terus, jadi bikin marah ibu deh”
” Icha merasa ngga…kalau ibu sayaang banget sama icha?”
“ya iyalah bu, icha tahu ibu sayang sama icha…memang kenapa ibu tanya gitu?”
“Nah, sebenarnya Alloh itu sangat sayang sama kita, sama seluruh umatnya…karena sayang maka menegur kita saat kita berbuat salah…”
” Alloh marah dalam sayang….seperti ibu marah sama kamu”
“Ibu marah sama icha karena sayang dan cinta sama icha…ibu mau icha mendengarkan kata ibu demi kebaikan icha begitu juga Alloh, ingin umatnya selalu mengikuti apa yang telah ditetapkannya demi kebaikan manusia juga”
Perbincangan itu tak berlanjut, mata icha keliatan sudah tak bisa diajak bercerita..berkali-kali suara menguap keluar dari mulutnya seiring aku merapikan selimut pinknya suara nafasnya perlahan terartur terdengar…wajahnya senyum tapi entahlah…dia bisa mengerti atau tidak dengan semua yang kujelaskan, tapi jika masih ada ketidakpuasan dihatinya artinya besok atau lusa…jawaban itu harus tersedia, aku harus bisa memuaskan keingintahuannya…sambil memandang wajahnya dalam tidur hatiku berbisik…
“sayangku…maafkan ibu karena marah dalam sayang kepada mu,met bobo cinta-ku”
Saat itu hari minggu, kebetulan suamiku sedang tidak ada dirumah….aku sedang menyetrika pakaian….dan biasanya sih sambil nonton tv, aku liat sih icha sedang asyik dikamarnya menulis sesuatu ngga tahu tuh apa…..tapi tampaknya kok serius sekali, kemudian dia membawa gunting dan selotip….hmmm buat apa sih???