MoTher DaY

Published Desember 24, 2010 by rheavashti

Pagi itu cuaca sangat cerah, setelah semalaman hujan…matahari tampak malu-malu keluar mengintip dari balik awan…Alhamdulillah itu artinya cucianku akan kering dengan sinarnya.

Ciuman istimewa mendarat dipipiku sebelum suamiku berangkat menunaikan tugasnya, mencari nafkah yang halal untuk anak istrinya…” Selamat hari ibu..buat istriku yang cantiik” katanya sambil tersenyum dengan manis, anehnya pagi ini justru aku terbangun dengan perasaan tak enak hati..so ekspresi ku tampak tak terlalu baik….maafkan aku, suamiku…Tapi kutitip kan dirinya kepada Robb yang maha kuasa, sambil berdo’a tak lepas aku mengucapkan syukur atas pagi yang indah ini.

Ya…hari itu adalah 22 desember, biasa dirayakan sebagai hari ibu..semalam anakku sudah protes ke ayahnya, dikarenakan kata sang ayah akan memberikan hadiah istimewa ke ibunya sedangkan dia tak bisa memberikan apa-apa, karena uang tabungannya baru sedikit…Wahai anakku … tak usah engkau risau, bakti dan do’amu adalah cukup bagiku…bisikku dalam hatiSiang menjelang, entah apa yang dilakukan oleh buah hatiku dikamarnya..sibuk dengan sesuatu.Tak apalah…hal itu memberikan waktu untukku berdo’a panjang buat ayah bundaku..Papa yang telah almarhum dan mama yang senantiasa mencurahkan kasihnya sampai kini, sebagai seorang ibu juga, aku bisa merasakan pengorbanan yang tak terhingga dari ibundaku, dengan 6 orang anak yang dibesarkannya dalam perekonomian kami yang sederhana, ibundaku memberikan semua hal yang terbaik yang bisa beliau berikan….Terimakasih bunda…tak akan mampu aku membalas jasamu…Hanya Alloh SWT yang mampu membalas semua yang telah engkau curahkan kepadaku, perjuanganmu ketika melahirkanku,kasih sayangmu, nasihatmu, malam-malammu ketika menyusui dan merawatku dan banyak hal lagi yang tak akan bisa kusebutkan satu persatu.
Akhirnya Icha keluar dari kamarnya…2 buah kartu cantik ditangannya, sambil berlinang airmata anakku memeluk aku…

“bu, icha gak punya hadiah buat ibu, icha cuma bisa kasih ibu kartu buatan icha, gak apa-apa khan bu?”

Aku ambil 2 kartu cantik dari tangannya yang mungil…membacanya dengan penuh keharuan didada

“ Indah dan cantik sekali kartu ini, makasih sayang…ibu senang sekali”

aku semakin memeluknya erat dan menciumnya berulang-ulang…

“Hadiah tidaklah penting buat ibu, yang penting icha bisa selalu mendengarkan nasihat ibu dan ta’at sama Alloh, icha mau khan?”

“ ya bu, mulai sekarang icha mau nurut terus sama ibu”

“Terimakasih ya sayang…”

“Icha juga terimakasih sama ibu…icha sayaaang ibu”

Pagi sebelum berangkat kekantor ayah icha sudah membacakan sebuah hadits tentang berbakti pada orang tua

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu, ia berkata,“Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, amal apakah yang paling dicintai oleh Allah. “ Beliau menjawab, “ Shalat tepat pada waktunya.’ Aku bertanya, ‘ Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab, ‘ Berbakti kepada kedua orangtua. ‘ Aku bertanya, ‘ Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab, “ Jihad di jalan Allah.” ( HR. Al- Bukhari dan Muslim)

Demikian lah betapa berbakti pada orang tua sejajar keutamaannya dengan berjihad, begitulah ayah icha menerangkan, semoga itu tertanam dalam benaknya sampai nanti, sehingga jika kami berdua, orang tuanya menjadi renta….icha akan terus menjadi anak yang berbakti.
Dan Kartu dari Icha akhirnya aku tempelkan dalam buku diary-ku…jadi penutup catatan harianku yang terindah.

One comment on “MoTher DaY

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: