Tetangga…

Published Maret 9, 2012 by rheavashti

menarik sekali perbincanganku dengan beberapa teman hari ini…
perbincangan ini mengenai macam- macam prilaku tetangga, lain lingkungan lain pula sifat para tetangga
seorang teman memulai perbincangan dengan menceritakan tentang tetangganya yang senang sekali mengeraskan volume radionya
sehingga suara musik yang dia putar sampai terdengar satu RT, apa tindakan temanku itu??  dia mengambil langkah dengan  menegur sang tetangga secara baik-baik
dan Alhamdulillah diterima dengan baik, teman yang lain menimpali, ada baiknya kita bersabar sambil mendo’akan semoga dia sadar
yaahh..tidak ada salahnya, semuanya manggut-manggut membenarkan keduanya.
Teman yang lain membagi ceritanya  juga, dilingkungan rumahnya justru tetangga seperti tidak ada, tidak ada keperdulian…ketemu hanya sebulan sekali itu pun kadang-kadang
jadi yah dia merasa aman-aman saja..tak ada keusilan..tapi juga tidak ada keperdulian, yaah begitulah
Nah satu ini yang menarik…dan sangat bagus tuk diikuti..
seorang Teman memilih tidak terlalu banyak keluar rumah untuk menghindari menggosip,
karena biasanya kalau tetangga-tetangganya kumpul diluar rumah , entah sambil menyuapi anak atau sekedar jalan-jalan sore, pasti lah ujung-ujungnya menggosip…
ternyata memilih tuk tinggal dirumah terus tidak jadi jaminan terhindar dari fitnah atau gosip,
ya serba salah juga..karena kalau diam dirumah terus jadi omongan juga
apa triknya?? ketika temanku itu mendengar ada tetangga yang memfitnah atau men gosip tentang dirinya..
temanku itu masak banyak…lalu masakan itu  di berikan langsung ke tetangga yang “usil” tersebut, sambil silaturahim
menanyakan kabar dan keadaannya……wahh hebatnya tetangga itu langsung berhenti dari ke”usilan” nya
si tetangga pun tahu bahwa temanku ini memang sibuk, jadi tidak mungkin membuang-buang waktu dengan sekedar menggosip diluar rumah, dia pun menyadari bahwa temanku itu baik, dan tetap mau menjaga silaturahim walaupun jarang keluar rumah…

kalau aku sendiri ya keluar rumah seperlunya saja, tapi setiap tetangga yang sakit atau membutuhkan pertolongan sebisa mungkin segera membantu, ada kegiatan apapun selama itu positif ya aku ikuti…mengenai tetangga yang usil dan suka fitnah..ya aku milih untuk sabar aja dan mendo’akannya…pinginnya sih yg damai-damai aja….

Dalam pandangan Islam sendiri, tetangga itu mempunya hak atas diri kita sebagai orang muslim, dan ada etika yang harus dijalani secara sempurna dalam bertetangga….

Firman Allah Ta‘ala, “Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga yang jauh.” (An-Nisa’: 36).

“Barangsiapa beriman kepada Allah, dan Hari Akhir, hendaklah ía memuliakan tetangganya.” (Muttafaq Alaih).

Yuuuk….bertetangga lah dengan baik dan beretika..jadikan tetangga sebagai salah satu ladang amalmu..

One comment on “Tetangga…

  • repot juga yah hidup bertetangga tapi bertetangga (bersosialisasi) khan kodrat nya manusia yah mbak? aku ada kisah nih mbak…mau baca nggak?

    jadi ada kisah antara seorang ayah, anak, dan keledai piaraan mereka.
    Mereka melakukan perjalanan.
    Sang anak naik keledai dan si ayah menuntun keledai…
    orang2 disekitar berkomentar, ” wah dasar anak tak tau diri, masak ayahnya menuntun keledai sementara kamu enak2an di atas keledai”.
    Maka turunlah sang anak dan digantikan oleh sang ayah.
    Lalu berjalanlah mereka tapi baru 100 m berjalan orang2 kembali berkomentar, ” wah bapak macam apa itu, masak anaknya dibiarkan menuntun keledai sementara sang ayah enak2an duduk diatas keledai”.
    Sang ayah dan anaknyapun bingung, akhirnya mereka naik berdua diatas keledai.
    Baru berjalan 50 m, kembali orang2 berkomentar, ” wah ini anak sama bapak nggak pake otak kali yah, masak keledai kecil gitu dinaiki berdua.. nggak kasian apa sama keledainya”..
    Sang ayah dan anaknya ini tambah bingung, akhirnya mereka turun dan menuntun keledainya.
    Baru berjalan sekitar 25m, kembali orang2 berkomentar, ” walah2 ini anak sama bapak bodoh kali yah, masak punya keledai nggak dinaikkin malah dituntun doang”…
    sang ayah dan anaknya semakin bingung…” wah serba salah yah”

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: