One week without TV

Published Januari 7, 2012 by rheavashti

One week without TV

Long time , gak masuk ke rumah mayaku, kangen juga sih…lihat2 sekeliling apaa yah isinya, ternyta masih sedikiiit….sebenernya udah lama pingin update lagi, malah udah gatel rasanya tangan ini,mau nulis cerita-cerita ringan seputar kehidupanku…tapi gk tahu ya, ada keasyikan yang lain yang akhirnya niat itu jadi urung terus..

Sudah 1 minggu ini TV dirumah off…bukannya rusak,(walau usianya dah tua)  emang sengaja gak dinyalain..kepingin tahu dan membandingkan bagaimana sih kalau dirumah TV ngga nyala sama sekali.

Hasilnya ternyata menakjubkan, waktu koq jadi bertambah banyak yaa,bisa  nambah hafalan Qur’anku, bisa nyelesain baca buku yang gk rampung2, bisa ini, bisa itu….walaah (bukan versi lebay lho!)

paling seneeeengnya lagi, ternyata anakku jadi  lebih fokus dengan yang dia kerjakan, dan semangat belajarnya jadi membaik.

Kebersamaan jadi tambah banyak…banyak hal yang bisa dibicarakan dan didiskusikan, banyak hal bisa dikerjakan bersama

Bayangkan jika semua anggota keluarga dirumah..ayah , ibu dan anaknya…tapi yang satu kemana, yang lainnya ngapain gitu…seolah gk connected, sayang khan??

Tulisan ini sih tidak punya maksud apa-apa, Cuma sekedar share pengalaman aja.

Coba aja puasa nonton TV, anak akan mengikuti, kita jadi kreatif merancang kegiatan dan jika next time menyalakan TV, maka selektiflah dalam memilah tontonan, nyalakan TV hanya jika memang ada yang berguna dan penting untuk ditonton, diluar itu TVnya …. ya dimatikan. Jadwalkan kapan harus nonton TV, bukan TV yang menjadwalkan kegiatan kita sehari-hari…

Ramadhan-ku

Published Agustus 16, 2011 by rheavashti

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqoroh: 286)

Ramadhanku tahun ini tak seperti tahun lalu….sediiih banget

Pekan pertama puasa kulalui dengan susah payah, dan aku mencoba tetap melaksanakan semua rencana-rencanaku..

Tapi itu berlangsung hanya sepekan saja, selanjut aku harus menyerah dengan ketetapan Allah SWT,  aku harus istirahat total untuk berupaya menyembuhkan penyakitku…dan sayang sekali aku akhirnya juga tidak diperbolehkan untuk berpuasa.

Memang manusia hanya bisa berencana namun Allah SWT jua yang menentukan semuanya, walaupun aku yakin ada hikmah dibalik semua ini.

Tapi sebagaimana manusia biasa yang lain, sesaat aku mempertanyakan apa kesalahanku sehingga musibah ini datang disaat aku ingin memaksimalkan ramadhanku….

Aku akhirnya berkali-kali istighfar …Allah SWT Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambanya

Disaat aku selalu memohon kepada Allah SWT untuk menjadikan aku hamba yang mampu bersabar maka ujian kesabaranpun datang menerpaku

Disaat aku selalu memohon kepada Allah SWT menghilangkan penyakit hati iri dan dengki dalam diriku….maka datanglah hal-hal yang menggodaku untuk iri dan dengki

Disaat aku selalu memohon kepada Allah SWT untuk menjadi hamba yang ikhlas dan bersyukur maka kembalilah aku diuji tentang keikhlasan dalam diri…

Sungguh Allah SWT Maha mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya

Semoga aku mampu melewati semuanya, sehingga terlahir menjadi hamba-Nya yang tangguh dalam menghadapi semua hal yang akan datang kepadaku nantinya

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)

re -post: Catatan bersama

Published Juli 23, 2011 by rheavashti

Buat para bunda ….sering khan tanpa kita sadari spontan ngomel dan sebentar-sebentar meramaikan  suasana rumah dengan kehebohan suara kita atau barangkali kita sering marah kepada buah hati kita…

dan  hal itu kerapkali terjadi karena hal-hal yang sepele aja. Mungkin menaruh sepatu tidak pada tempatnya, lupa cuci kaki dan tangan setelah dari luar atau mainan yang tidak dibereskan…dan masih banyak hal lain lagi.

Sekarang coba kita amati, anak-anak kita justru seperti melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang kita larang..dilarang main becek-becekan atau hujan-hujanan eeeh…malah dilarang kok makin menjadi, kadang mereka berhenti melakukan hal itu karena teriakan atau omelan kita, tapi tak lama kemudian mereka mengerjakan hal lain lagi yang sama-sama dilarang keras oleh kita.

Dan sering terdengar suara-suara kebingungan ” Duuh diteriakin salah, lembut juga salah, sama-sama gak mempan”

Seperti kita, anak-anak mempunyai perasaan, rasa ingin tahu dan suatu alasan, mengapa, kenapa dan bagaimana..

ternyata segala bentuk omelan kita malah memotivasi anak untuk tidak melakukan hal yang para bunda inginkan

Bunda….cobalah mengurangi omelan bunda dan mungkin cara dibawah  ini bisa berguna dan diterapkan….selamat mencoba!!

- Sediakan waktu khusus dengan si anak untuk membicarakan hal yang tidak dia sukai dan hal ia sukai dari diri kita demikian sebaliknya.

tuliskan di selembar kertas dan bunda bisa bertukar kertas dengannya

- Diskusikan isi kertas tersebut dengan santai,mungkin sambil minum sirup, makan kue-kue, buatlah suasana senyaman mungkin, tanyakan kenapa dan mengapa dia tidak suka dan bagaimana sebaiknya. Katakan juga alasan kita dengan jelas mengapa dan kenapa bunda tidak suka dengan sikapnya dan bagaimana sikap yang baik dan benar menurut versi bunda

- Diakhir diskusi kita bisa saling berjanji….bunda mengurangi omelan dengan membuat catatan-catatan bisa berbentuk note kecil yang ditempel ditempat yang mudah dilihat atau merekam setiap teguran yang bunda akan katakan. demikian pula sebaliknya. atau bisa dengan cara simpel, buatlah buku diary yang ditulis berdua….

- perjanjian bisa dibuat dalam jangka waktu 1 minggu, dan diakhir minggu bisa dievaluasi siapakah yang paling banyak melanggar perjanjian….silahkan bunda dan ananda diskusikan apa yang akan bunda atau anak kita dapatkan jika memenuhi perjanjian atau melanggar perjanjian…misalnya: jika selama 1 mgg perjanjian dilaksanakan dgn baik, mungkin bunda bisa membelikan barang yang memang sangat diinginkannya atau bila dia tidak melaksanakan dgn baik perjanjian itu, bunda bisa meminta dia merelakan barang kesayangannya disimpan untuk beberapa waktu lamanya.

Bunda… jangan lupa berikan encourage ke anak kita, sekecil apapun usahanya, itu adalah pertanda yang baik..jangan dilemahkan…karena setiap langkah panjang pastilah memerlukan langkah yang pertama, jangan surutkan langkah pertamanya karena hal tersebut hanya akan membuat anak kita ragu untuk melangkah

Diskusi dan hal lainnya itu, sebaiknya dilakukan dengan penuh kehangatan dan kasih sayang, layaknya seorang ibu yang penuh kelembutan, bukan seperti atasan dengan bawahan.

Warna Dalam Kesederhanaan

Published Mei 22, 2011 by rheavashti

Rumahku sederhana dan berada dilingkungan yang sederhana pula, jauh dari keramaian kota, tetapi Alhamdulillah sarananya cukup memadai dari rumah Ibadah, sekolah, rumahsakit atau puskesmas dan sarana transportasinya….walaupun kalau bicara soal jalan akses kesana cukup membuat aku mengelus dada, maklumlah jalannya rusak parah, entah kapan janji2 pejabat yang berwenang itu direalisasikan.

Bicara soal rumah , orang tua kami yang berkunjung kesana sering mendo’akan kami tuk segera pindah dari sana, bukan karena kesederhanaan rumahnya tapi lebih karena letaknya yang jauh dari pusat kota dan jalanannya yang rusak berat.

Kami hanya bisa mengamininya, orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anak dan cucunya.

Namun lepas dari semua itu…..ada kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa kami lukiskan dengan kata-kata selama kami menempati rumah itu. Dan mungkin hanya kami yang bisa merasakannya…

Disinilah kami menemukan masih tingginya keperdulian terhadap sesama, disinilah kami menemukan banyak ladang amal yang seolah ditunjukan Alloh kepada kami.

Ya, Alloh telah memberikan yang terbaik untuk kami, Aku dan keluarga kecilku melukiskan warna kehidupan kami disana, kami berharap warna itu akan selalu indah dan menjadi lukisan yang tak ternilai harganya….

Jawa Tengah, diwaktu malam…….

Rinduu…

Published Mei 13, 2011 by rheavashti

Maghrib baru saja berlalu..dan aku baru saja melipat sajadah serta mukena…Absen tilawah hari ini, ngga kuaat,mata ini seperti diganduli beban yang beraaaat sekali sehingga susah dibuka.

walhasil aku menyerah, kurebahkan badan diatas empuknya kasur..

sesaat terhanyut dialam mimpi…

Depan kaca kecilnya yang disandarkan dipinggiran meja, Papa nampak asyik merapikan kumisnya….mulutnya kadang sedikit maju, lucu jsekali tampangnya…

“pa, ayo makan dulu pa, sudah disediain pa , diatas meja…”

“ya sebentar ya, masak apa san? enak gak?”

“Ayo pa…langsung dicoba aja…” aku menarik lengan ayahku, agar segera berdiri dan membersihkan diri, untuk segera memulai makan….”iya deh…” sahut papa sambil berdiri dan tersenyum.

Papa memulai makan siangnya bersamaku….hanya berdua, sayur lodeh dan telor balado menjadi menu andalanku siang itu…”Enak…” kata Papa lagi, sambil makan dengan lahapnya, aku senyum bangga sambil menunjukan jempol ke dadaku

Selepas menyantap makanannya dengan lahap, Papa pamit..keluar rumah, dan aku sangat heran mengapa aku tidak bertanya kemana Papa hendak pergi, Aku hanya memandangnya sedih…

Tiba-tiba ada jawilan dihidungku, tak lama tubuhku pun terguncang-guncang….aku terbangun!!

Suamiku juga icha membangunkanku tuk sholat Isya, malam sudah larut jam didinding kamar menunjukan angka 9…dan hawa terasa sangat dingin

Bergegas aku mengambil wudhu, air yg membasahi wajahku bercampur air mata kerinduan…

Papa….aku rinduuuu sekali padamu, semoga engkau ditempatkan, di tempat yang indah di alam sana

melihat ikan

Published Mei 12, 2011 by rheavashti

Kemarin sore, anak-anak mengaji padat sekali, tidak tahu kenapa ….kok yang datang full begini

waduh aku benar-benar kewalahan…ada yg teriak, bercanda, menghapal….riuh rendah suaranya
kalau sudah begini…aku jadi merasa sedih, rasanya rumahku sempiiit sekali, mereka tidak leluasa, hawanya jadi pengap dan panas..

walhasil banyak anak-anak yang keluar masuk sambil menunggu giliran mengaji…
Icha mengintip dibalik gorden ruang keluarga…matanya berkedip2, entah apa yang dipikirkannya
hampir menjelang maghrib, akhirnya selesai juga…satu anak yang terakhir sudah pulang.
Bergegas ku hampiri buah hatiku…rupanya dia sedang asyik depan akuarium kecilnya menatap ikan yang berenang kesana kemari…
“Bu…kalau icha lihat ikan-ikan ini, jadi tenang bu, gak stress…ibu coba deh”
Hmmm…..ohh ternyata icha tadi memperhatikan aku, kesimpulannya aku stress, obatnya liat ikan berenang….woalah, apa iya ya mukaku memperlihatkan aku stress???
Icha..icha, ibu sih merasanya cuma capek, tapi mungkin muka gak bisa bohong ya ^_^

Beluuuuum….

Published Mei 6, 2011 by rheavashti

Awan hitam tampak merata diatas langit, dan hembusan anginpun semakin kencang terasa diluar, tetapi didalam rumah hawa terasa lembab, aku tetap basah oleh keringat…hmmm pertanda hujan sebentar lagi akan membasahi bumi ini, bergegas aku memasukkan cucianku kedalam rumah..

Benar saja, menjelang Ashar hujan deras mengguyur pepohonan, jalan, atap-atap rumah…semuanya.

Tapi aku sungguh terharu, beberapa murid mengaji tetap datang dan mengulang pelajaran, semangat mereka tak kendur walau baju dan kaki basah terkena genangan2 air dijalan…

Setiap bertemu diawal pelajaran yang aku tanyakan pertama kali adalah sholat, sudahkah mereka mengerjakan sholat Ashar, beragam jawaban terdengar dari mulut-mulut kecil mereka… Ada yang dengan bangga mengatakan sudah, ada yang biasa-biasa saja mengatakan telah mengerjakannya, sementara yang lain mengatakan dengan malu-malu belum mengerjakannya.. dengan alasan lupa, buru-buru dsb.

Tapi ada seorang murid putra yang sangat menjadi perhatianku..setiap kutanyakan tentang sholat dengan semangat 45 , dia menjawab “beluuuuum” Aku gak pernah sholat Ust’ katanya bangga tak lupa dia memperlihatkan peci sholatnya yang tersimpan rapi didalam tas mengajinya… Rasanya aku ingin tertawa melihat wajah lucu dan wajah polosnya yang mengatakan itu dengan bangga…dia tak perduli ejekan temannya,dia malah heran kenapa teman2 mengejeknya karena menurutnya tidak sholat khan hal yang biasa… tapi dalam hati aku juga prihatin.

Dengan hati-hati dan mengucap Bismillah aku menjelaskan kenapa kita harus sholat dan mengapa kebiasaan itu harus dilakukan sejak kecil, aku berharap dia mengerti dan membiasakan diri… Tapi apa jawabnya..”.mamaku gak pernah sholat Ust, papa apalagi…bangun tidur aja kalau mau nganter aku sekolah, tapi setiap maghrib aku disuruh mama sholat padahal mama malah nonton TV….aku khan males Ust, keenakan mama ya…

Ya Rabb……….kalau sholat saja sudah tidak diperhatikan bagaimana yang lainnya? Bukankah sholat tiang agama? Masihkah kita berani mengatakan diri seorang muslim jika kita telah merubuhkan tiang-tiang agama kita…?

akhirnya….

Published Mei 1, 2011 by rheavashti

piuuh, akhirnya kesampaian juga nge-blog lagi…sekian lama vakum kangeennn euy melang-lang lagi didunia maya

buanyaak banget yang mau ditulis , buat sharing and kenangan aku juga, kelak jikalau tua  aku bisa membaca ini bareng2 anak cucu nanti cieeeeh, tapi mulainya jadi bingung, saking banyaknya…

Kemarin-kemarin selain karena sakit, komputer yang error memulu sampai koneksi internet yang lagi jelek, bikin semuanya jadi berantakan, tapi ya sudahlah akhirnya toh bisa online lagi…Alhamdulillah

Selain aku sendiri suka nge-blog, walaupun mungkin tulisan atau isinya sederhana (harap maklum) nah, aku juga suka ngedatangin blog yang lain alias blog walking ….gak cuma mampir aku sering tenggelam dan jadi pelanggan tetap sebuah blog, meskipun ngga kasih koment….maaf yaa

Dari yang isi blog itu curhatan, info gak penting, info penting atau sekedar berisi cerpen atau puisi…

ibarat sebuah rumah, aku bisa mendatangi rumah siapa saja tanpa harus bingung , orang ini kenal atau tidak,mau terima atau nggak,  lewat jalan mana atau pakai baju apa…aku bisa menelusuri setiap jengkal rumah itu, menjadi penonton kejadian demi kejadian yang terjadi….kadang ada yg manfaat, kadang buat sekedar tahu aja….gak ada ruginya

Finally, senangnya bisa online lagi, nge-blog lagi, baca, cerita dan wira-wiri kesana kemari….

Ceritanya besok lagi….

Curahan hati di pagi hari…

Published Februari 11, 2011 by rheavashti

Saat adzan shubuh berkumandang, hujan deras masih mengguyur bumi pertiwi dan angin dingin masih bertiup membelai setiap insan yang masih diperaduannya…..kalaulah bukan karena seruan-Mu rasanya amat nikmat berada dibawah hangatnya selimut dan empuknya bantal….

Berharap kebaikan yang lebih baik dari ” dunia dan seisinya” ( sebagaimana sabda Rasulullah SAW :Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] ) ku tunaikan sholat dua raka’at sebelum shubuh

Allohu Akbar…..Maha Besar Alloh yang telah menghidupkan kembali diriku dan memberi kesempatan aku bersimpuh dihadapanMu…..

Alhamdulillah…..hujan itu akhirnya terhenti juga,  cahaya matahari pelan namun pasti menyeruak dari gumpalan awan kelabu di ufuk timur sana….

seolah memanggil diriku tuk menunaikan kewajibanku yang lainnya…

hari ini adalah waktu aku menuntut ilmu……setelah sekian lama tak menghadiri majelis ilmu  karena banyak hal, hari ini takdir memperjalankan aku tuk melangkahkan kaki dengan niat yang baik….

Bismillah…..angkot yang sepi membawaku pergi, tak lama guncangan demi guncangan kurasakan, Ya Alloh sudah menginjak tahun keempat, aku tinggal diperumahan ini tapi belum juga ada hati nurani dari para petinggi tuk memperbaiki jalan yang sangat penting ini.

Saat hujan datang  jalanan menjadi licin, berlumpur dan genangan air dimana-mana

sementara saat kemarau tiba debu yang beterbangan ketika kendaraan melintas diatasnya sungguh memedihkan mata belum lagi batu-batu serta lubang-lubang besar disana sini….memprihatinkan..

Hanya berharap Ridho-Mu sajalah perjalanan kuteruskan, seandainya aku menuruti keinginanku yang lain sungguh nyaman berada didalam rumah saja.

Astagfirullah…..hari sudah semakin siang namun majelis ini belum juga dimulai, mengapa budaya tidak tepat waktu ada dimana-mana??? lagi-lagi memprihatinkan….

Matahari sudah mulai tergelincir ketika  aku kembali berada diatas angkot yang membawaku  ke rumahku, istana sederhanaku ( apa iya ada istana sederhana???) dalam diam aku kembali terguncang2 diatas jalan yang jelek….terbayang tadi saat berada disana, beberapa kawan keberatan seandainya harus datang kerumahku jika majelis pengajian itu bergilir dan saatnya  diadakan dirumahku dengan alasan jauh dan jalanan yang rusak parah….hatiku masygul…

Bukankah setiap langkah kaki yang kita lakukan saat mau menghadiri majelis ilmu adalah terhitung pahala???

Tidakkah jika terjadi sesuatu saat kita melakukan perjalanan menuju majelis ilmu….maka kematian itu terhitung sebagai mati syahid..

Kemuliaan  yang menyatukan manusia adalah persaudaraan, yaitu persaudaraan yang dilandasi karena Allah swt  Dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tali keimanan yang paling kuat adalah engkau saling mencintai karena Allah, dan saling membenci karena Allah.” (HR. Ahmad)

Bukankah ….Sungguh beruntung orang-orang yang mencintai karena Allah. karena nantinya mereka akan mendapatkan hadiah luar biasa dari Sang Pencipta. Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganku, bagi mereka mimbar dari cahaya yang membuat iri para nabi dan syuhada.” (At-Tirmidzi)

Berbahagialah…..

Published Januari 30, 2011 by rheavashti

Bahwa hidup ini sulit dan butuh banyak pengorbanan itu adalah suatu kenyataan tetapi  hidup menjadi bahagia itu merupakan pilihan dan letaknya dalam pikiran …

Jangan mengatakan sebuah kesederhanaan dan keterbatasan finansial adalah jalan buntu merasakan kebahagiaan….sekali lagi semuanya ada dalam pikiran dan menjadi bahagia itu adalah pilihan.

Membuat batasan bahwa serba mudah dan serba ada adalah sumber segalanya,,hanya akan membuat belenggu terhadap diri sendiri…

Biarkan pikiran mengembara mencari asa-nya….dan kembali lagi berpijak dengan kesegaran yang terasa amat nyata…

Jangan meletakkan standard orang terhadap diri sendiri,tetapkan standardmu sendiri

Bersyukur..bersyukur….dan bersyukur

Sesungguhnya Hidup ini fana dan hanya tipuan belaka…Betapa Indahnya jika kita menjalaninya hanya semata-mata untuk mencari bekal membangun rumah disurga

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.